Bagaimana Mengembangkan Talentaku ?!!
By. Royles Toni
Seandainya kepada Kita ditanyakan : “apa talenta yang saudara miliki ?” barangkali sebahagian akan menjawab bermacam-macam kemampuan yang ia miliki. Namun Sebahagian lagi akan menjawab ragu-ragu bahkan ada yang tidak mengetahui apa talenta yang ia miliki. permasalahannya bukan hanya sekedar pengetahuan akan apa talenta yang kita miliki, tetapi sudah sejauh mana kita mengembangkan talenta yang kita miliki sesuai dengan rencana Allah bagi hidup kita.
***
Di dalam Alkitab sangat sedikit ayat yang berbicara tentang talenta namun ada beberapa makna yang bisa disimpulkan dari makna talenta tersebut. Pertama talenta merupakan ukuran timbangan sebesar 3000 Syikal atau kurang lebih 34 kilogram, suatu ukuran yang sangat besar (lihat 1 Raj. 9:14). Misalkan seseorang memiliki satu talenta emas saja, maka saudara bisa membayangkan berapa kilogram yang ia miliki. Makna kedua talenta merupakan Jumlah nilai mata uang yang sangat besar yaitu 6000 dinar. Jika satu dinar sama dengan Rp. 799.464 maka satu talenta setara dengan Rp 4.796.784.000 suatu nilai yang fantastis bukan?. Sedangkan makna yang ketiga adalah perluasan makna dari sebelumnya dimana talenta merupakan kemampuan, kecerdasan, kesungguhan melayani Dia dan bisa juga merupakan karunia keuangan sehingga bisa membantu orang lain yang berkekurangan dan talenta berbeda dengan Karunia.
Jika kita kembali kepada perumpamaan Tuhan Yesus di Matius 25 : 14-30, hal yang ingin dibukakan oleh Tuhan Yesus : talenta adalah sesuatu yang sangat berharga, ketiga hamba di dalam perumpamaan Tuhan Yesus menggambarkan seluruh karakter orang-orang dalam mengembangkan talenta yang diberikan Tuhan padanya, dimana setiap orang diberikan talenta yang berbeda-beda menurut kesanggupan masing-masing dan setiap orang pula diberikan kesempatan untuk mengembangkan talenta tersebut. Jadi tidak benar kalau ada yang mengatakan bahwa ia tidak memiliki Talenta. Tetapi terkadang kita tidak sadar akan talenta yang kita miliki dan tidak peka di dalam mengembangkan talenta tersebut. Kita bisa merasakan bagaimana respon orang pertama dan kedua yang mendapatkan masing-masing lima talenta dan dua talenta tersebut. Mereka bersukacita dan dengan segera melipatgandakan talentanya hingga menghasilkan laba 5 talenta dan 2 talenta lagi. Tetapi orang yang ketiga adalah tipe orang pemalas, Jahat dan penakut (ayat 25, 26) yang tidak mau mengembangkan talentanya. Barangkali karena ketakutannya inilah sehingga ia membayangkan bagaimana kelemahan yang ada pada dirinya dan bagaimana respon Tuannya jika ia gagal dalam mengembangkan talenta tersebut.
Ada beberapa cara untuk mengembangkan talenta yang kita miliki yakni :
- Mengenal Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi.
Mengenal Tuhan Yesus secara pribadi membuat kita mengetahui bahwa rencana Allah bagi kita adalah rencana damai sejahtera dan bukan kecelakaan dan apa yang Allah kehendaki bagi hidup kita. Lihat respon orang ketiga yang tidak mengenal dengan benar Tuannya tidak akan bisa mengembangkan talentanya dengan sungguh-sungguh.
- Berdoa Kepada Tuhan supaya membukakan talenta-talenta apa yang masih tersembunyi bagi kita.
- Tanyakan kepada orang-orang yang mengenal saudara dengan baik akan apa talenta yang kita miliki. Orang terdekat yang memiliki kerohanian yang baik biasanya lebih peka melihat talenta apa yang ada pada kita.
- Lihat Hobi dan kesukaan kita sehari-hari. Karena melalui hobi kita lebih mengetahui apa kemampuan yang kita miliki.
- Segera menjalankan dan bukan menyimpannya. Lihat respon orang yang pertama dan kedua bagaimana mereka segera melipatgandakan talenta yang diberikan Tuannya itu. Pengertian berlipat ganda yaitu jika Tuhan memberikan lima talenta kepada kita dan kemudian menghasilkan 10 talenta.
Selanjutnya talenta yang dimiliki bias berupa kecerdasan ada beberapa jenis kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yaitu :
1. Kecerdasan Ruang dan Visual/ Pandangan
Mereka yang memiliki kecerdasan ini akan cendrung mengutak-atik dan membuat grafik, peta, ilustrasi dan menata sesuatu berdasarkan indera pengelihatan. Mereka akan belajar dengan baik bila menggunakan peta atau gambaran mengenai apa yang dibicarakan. Seorang arsitek, pelukis dan pemahat memerlukan kecerdasan seperti ini. Pelukis Indonesia Basuki Abdullah, dan Van Gogh memiliki kecerdasan ini secara menonjol.
2. Kecerdasan Lisan dan Bahasa
Mereka yang memiliki kecerdasan ini terlihat dari kemampuan yang menonjol dalam menulis, membaca, menyimak dan berbicara. Para penulis dan seniman Tulis contoh mereka yang memiliki kecerdasan ini secara istimewa Chairil Anwar, Shakespeare adalah contohnya
3. Kecerdasan Matematis dan Logis
Orang yang memiliki kecerdasan jenis ini memiliki kehandalan dalam berurusan dengan angka, nalar dan penyelesaian masalah, Johannes Surya, Albert Einstein adalah contoh seseorang yang memiliki kecerdasan ini secara Luar biasa
4. Kecerdasan Fisik dan Gerak
Mereka yang memiliki kecerdasan ini cendrung belajar dengan menggunakan aktifitas seperti : permainan, gerakan, coba-coba dan membangun sesuatu Contohnya : Olahragawan
5. Kecerdasan Musik dan Ritme.
Mereka yang memiliki kecerdasan ini cepat belajar melalui lagu, pola, ritme, instrumen musik dan ekspresi nada. Para seniman, pemain musik dan pencipta lagu seperti Ariel Peterpan, Samson adalah contohnya
6. Kecerdasan Dalam Pribadi
Pemilik kecerdasan ini adalah mereka yang peka pada perasaan pribadinya. Semua yang dia pelajari selalu dikaitkan dengan dirinya dan bisa menjadikan dirinya sebagai lab. Ahli psikologi seperti Freud adalah Contohnya
7. Kecerdasan Interpersonal
Orang yang memiliki kecerdasan ini sangat memperhatikan dan sangat terbuka pada orang. Dan biasanya Gampang membuat percakapan dan bersahabat. (handal Mengelola hubungan antar manusia) contohnya : duta besar, negosiator
8. Kecerdasan Alam
Mereka yang memiliki kecerdasan ini mencintai kehidupan alam bebas, binatang dan petualangan alam. Mereka belajar dengan memperhatikan hal-hal berbeda yang kecil. Mereka tertarik pada Ilmu Biologi, senang menikmati alam sebagai penjelajah atau pendaki Gunung. Contohnya: Dokter
9. Kecerdasan Eksistensialis
Pemilik kecerdasan ini cendrung memandang masalah sudut yang luas dan menyeluruh serta kerap kali mempertanyakan “untuk apa”. Orang seperti ini bisa menjadi filsuf.
Di dalam perumpamaan Tuhan Yesus tersebut bukan hendak mengatakan bahwa yang mendapat lebih banyak talenta akan cendrung lebih bersungguh-sungguh hidupnya. Perhatikan respon sang Tuan terhadap orang pertama dan kedua, sang Tuan memberikan respon yang sama kepada keduanya karena sama-sama mengembangkan talenta yang diberikan dengan maksimal, dan tuannya juga menambahkan talenta kepada orang yang memiliki talenta yang sepuluh. Tetapi perhatikan kembali respon sang Tuan kepada orang yang ketiga, betapa marahnya Ia ketika mengetahui ia tidak mengembangkan talenta yang dimilikinya dan akibatnya adalah dihukum oleh Tuhan dan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap (ay. 30). Tuhan Yesus tidak mengajarkan melalui perumpamaan talenta ini bahwa kita masuk kerajaan sorga dengan usaha moral-spritual, tetapi perumpamaan ini lebih mengajarkan kepada kesiagaan dan kesungguhan di dalam mengelola talenta yang Ia berikan kepada kita. Sehingga Anugerah Tuhan itu semakin membangkitkan kita untuk memuliakan DIA.


No comments:
Post a Comment