koleksi foto2 ku

Wednesday, May 16, 2007

Student Of Integrity (Teladan Daniel)

By. Royles Toni

Pendahuluan

Sebagai Mahasiswa di Fakultas Pertanian, belajar adalah salah satu peran strategis yang diemban mahasiswa dalam rangka memahami berbagai-bagai hikmat, memiliki pengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu (Dan. 1 : 4) sebelum terjun ke dunia alumni dan mengaplikasikan pengetahuannya tersebut untuk kemuliaan Tuhan. Student of Integrity (Mahasiswa yang berintegritas) adalah suatu pola hidup mahasiswa di dalam belajar yakni pola hidup yang mengerjakan study dengan tulus hati, tidak kompromi dengan dosa dan yang sempurna. Di dalam Alkitab banyak orang-orang biasa yang dikenal sebagai Pelajar yang memiliki integritas yang tinggi diantaranya : Daniel, Musa, Salomo (Amsal 1 :1-7), Lukas (Kol. 4: 14), Paulus (Kis 22 :3). Student of integrity sangat dibutuhkan oleh mahasiswa Kristen karena banyak orang pintar di dunia tetapi sedikit orang yang mendedikasikan ilmu yang dimilikinya untuk kemuliaan Tuhan

Siapa Daniel, dkk Ketika di Babel

Daniel dkk adalah mahasiswa di Institut Teknologi Babilonia (ITB). Dia kuliah di Babel karena telah terjadi kekalahan kerajaan Yehuda ( Yerusalem) ke tangan Babel pada tahun ke tiga pemerintahan Yoyakim atau kira-kira tahun 605 SM oleh Raja Nebukadnezar. Daniel yang namanya berarti ”Allah adalah hakim (ku) ” dididik di sana selama lebih kurang 3 tahun dan Daniel, dkk adalah seorang remaja ketika masuk ke institut tersebut

Daniel kemungkinan besar adalah keturunan Raja Hizkia (2 Raj. 20:17-18, Yes 39:6-7). Dia berasal dari keluarga terdidik dan kalangan atas Yerusalem (Dan. 1:3-6) dan mungkin dijadikan sebagai sida-sida di Babel karena Kriteria yang ditetapkan Nebukadnezar dan kebiasaan pada waktu itu bagi pegawai laki-laki di istana. (Dan.1 :3, 2 Raj 20 :18; Mat 19 :12). Jadi latar belakang sejarah kitab ini adalah Babel selama 70 tahun pembuangan yang dinubuatkan oleh Yeremia (Yer 25 :11)

Ciri Student Of Integrity yang dimiliki oleh Daniel, dkk

  1. Didasarkan atas Hubungan Pribadi yang baik dengan Allah (takut akan Allah)

Ps. 2: 18 : Bagaimana ia bertanya kepada Allah ketika ingin menafsirkan mimpi raja.

Ps. 6 : 11 : Tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya seperti yang biasa dilakukannya ( HPDTnya menjadi sesuatu yang sangat prioritas dan dilakukannya secara teratur)

  1. Tidak Ada suatu Cela (ps.1 :4)

Maknanya : tidak ada kesalahan, cacat karakter/sifat curang di dalam hidupnya.

  1. Berperawakan baik (ps.1:4)

NIV : Handsome

  1. Memahami Berbagai hikmat (Ps. 1:4)
  1. Berpengetahuan Banyak (ps. 1:4)

NIV : Well Informed

  1. Mempunyai pengertian tentang ilmu (ps.1:4)

NIV : Quick to Understand (Cepat paham/cepat mengerti akan berbagai ilmu pengetahuan)

  1. Tidak menajiskan diri (ps. 1 : 8)

Cth. Tidak menajiskan diri dengan santapan raja dan anggur yang diminum oleh Raja. Karena santapan raja biasanya terkontaminasi/tidak kudus karena sebelumnya harus dipersembahkan dahulu kepada berhala dan anggur biasanya terlebih dahulu dituangkan kepada Altar pemujaan berhala dan ini sangat bertentangan dengan ajaran orang Yahudi. Tetapi kenapa mereka tidak mempersoalkan Pengggantian nama mereka menjadi nama-nama babel ?

  1. Termasuk kepada orang yang cakap Bekerja/Qualified (ps. 1 :4)

NIV : Qualified to serve in the king’s Palace

  1. Tekun, Fokus serta bertanggungjawab (ps. 1: 20)

Bahaimana meereka bisa 10 kali lebih cerdas dari orang-orang berilmu dan ahli jampi

  1. Berani tampil beda (tidak ikut life style orang Babel)

Mis. Dengan tidak ikut menyembah berhala, membelakangi Allah Israel dan ikut pola hidup orang Babel

Bagaimana Daniel dkk bisa berhasil menjadi student of Integrity

Hal ini disebabkan ia mengerjakan setiap prinsip pribadi berintegritas diatas dengan sungguh-sungguh dan penuh ketekunan, juga karena karunia yang dimilikinya dan campur tangan Allah. Serta yang mengakibatkan Dia segera mendapatkan kenaikan Pangkat kepada kedudukan penting adalah karena tanggungjawabnya (Dan. 2: 46-49, Dan. 6:1-3)

Bagaimana Bisa seperti Daniel dkk

Untuk bisa menjadi student of Integrity ada beberapa hal yang harus dimiliki diantaranya :

  1. Menjalin hubungan pribadi yang baik dengan Tuhan

Karena tanpa hubungan persekutuan yang baik, mustahil bisa mengetahui rencana Allah dalam hidup pribadi. Misalnya dengan cara Bersaat teduh, Doa, Puasa, baca Firman, dll

  1. Mengerjakan Studi dengan cara yang benar

Tidak curang dalam mengerjakan studi misalnya dengan mencontek, memberi contekan, Copy-Paste Tugas, menyogok dosen, dls

  1. Tekun, Fokus dan bertanggungjawab

Tanpa tekun, Fokus dan bertanggungjawab tidak akan memberikan hasil maksimal dalam menguasai ilmu pengetahuan khususnya sebagai mahasiswa pertanian

  1. Memiliki prinsip hidup (Berani tampil beda)

Tanpa Prinsip hidup yang jelas tidak akan menjadikan kita sebagai orang yang berintegritas dalam studi

Penutup

Sebagai penutup saya mengutip sepenggal tulisan dari Pdt. Yonky Karmant, MTh, Ph.D yang mengatakan ” Terlalu sedikit Mahasiswa (Indonesia) yang menguasai ilmunya. Keadaan demikian berkaitan dengan belum membudayanya cinta ilmu. Kita sedang gila-gilanyanya cinta materi ”. Saya sependapat dengan Beliau. Masih banyak kita kuliah hanya berharap setelah tamat, dapat title, kemudian bekerja di perusahaan/instansi dengan kedudukan yang bagus, cepat kaya (banyak uang), dll. Tanpa mengerjakan dan menguasai dengan benar bidang yang kita tekuni. Selamat menjadi mahasiswa yang berintegritas dan menguasai bidang ilmunya.

Wednesday, February 21, 2007

Kumelayani dengan sungguh (Kisah Para Rasul 6 :1)

Ketika membaca judul tulisan ini, apa yang terlintas dibenak rekan-rekan koliper semua ? tetapi apapun yang ada di benak rekan-rekan semua, ketika berbicara tentang melayani dengan sunnguh merupakan suatu sikap hati yang tertuju kepada Allah sebagai respon bahwa kita telah ditebus oleh-Nya dan selayaknya kembali melayani yang lain agar mereka juga mengenal Kristus melalui pelayanan Koliper

Mari belajar dari cara hidup jemaat mula-mula, ketika jumlah murid makin bertambah (6 :1), timbullah sungut-sungut diantara orang-orang Yahudi berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. Memang ayat ini tidak berbicara secara eksplisit tentang pelayanan sebagai Koliper tetapi pasal ini juga membagikan tentang tugas dan peran yang sama dengan Koliper seperti pelayanan meja (ayat 2)

Pelayanan sehari-hari disini adalah pelayanan yang berkaitan dengan pelayanan konsumsi (makanan dan minuman) dan jika dikaitkan dengan pelayanan koliper pelayanan meja dan pelayanan sehari-hari juga merupakan bagian yang dikerjakannya. Lukas sebagai penulis kitab ini mengetahui secara persis apa yang menjadi permasalah di dalam jemaat mula-mula tersebut, sehingga ketika permasalahan tersebut timbul, sebagai pelayan yang dipercayakan Allah untuk mengelola jemaat-Nya, ada hikmat yang diberikan oleh Allah kepada para Rasul untuk menyelesaikan masalah tersebut, yakni dengan cara membuat rapat koordinasi seperti yang ada di KMK dan Pomkris dan Agendanya adalah :” apa solusi atas melalaikan firman Allah untuk melayani Meja ?” dan di dalam koordinasi tersebut dihasilkan beberapa kesepakatan yakni :

  1. Rasul-rasul harus tetap memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman
  2. dipilih tujuh orang dari antara murid-murid yang terkenal baik dan yang penuh Roh dan hikmat supaya mengangkat mereka untuk tugas itu. Yakni Stefanus, Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas, dan Parmenas

Di dalam kesepakatan tersebut jelas disebutkan bahwa harus ada orang-orang yang memusatkan pikiran dalam pelayanan doa dan pelayanan Firman seperti Kopedo, Acara, Kombin/Komcil, tetapi harus ada juga yang mengambil bagian dalam pelayanan penyediaan perlengkapan dan kebutuhan sehari-hari seperti Klip dan Koliper. Selanjutnya ayat ini juga tegas menuliskan syarat dari seorang Koliper tersebut yakni :

  • Terkenal baik dan penuh Roh (dipenuhi Roh Kudus) dan hikmat. Jelas hal ini menegaskan bahwa kaliper adalah orang-orang yang harus memiliki kesaksian hidup yang baik diantara sesama (sebagai seorang Profil yang harus ditiru) dan penuh Roh artinya hubungan persekutuan dengan Allah (HPDT) juga baik. Serta seorang koliper harus memiliki hikmat ketika menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pelayanan Koliper.

Selain hal diatas Stefanus sebagai koliper juga terkenal sebagai orang yang penuh iman artinya memiliki iman percaya yang teguh kepad Allah. Dan hal ini bisa dilihat ketika Ia dituduh sebagai orang yang menghina tempat kudus dan hukum taurat dan bagaimana akhirnya ia dibunuh (pasal 7) serta sebagai koliper Stefanus juga penuh dengan karunia dan kuasa mengadakan mujijat dan tanda-tanda diantara orang banyak (ayat 8), juga Filipus sebagain koliper terkenal bisa mengadakan banyak mujijat dan memberitakan injil kepada sida-sida dari tanah Ethopia (pasal 8)

Ketika menuliskan syarat-syarat seorang koliper di atas saya tidak mengharuskan teman-teman semua harus sama seperti Stefanus dan Filipus yang memiliki karunia seperti membuat mujijat dan tanda-tanda, tetapi syarat utama seperti yang diharapkan oleh para rasul haruslah dimiliki setiap koliper.

Selanjutnya mari kita melihat bagaimana para koliper tersebut melayani. Di ayatnya yang ke 7 disebutkan bahwa Firman Allah makin tersebar dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya. Woow jika kita bayangkan barangkali kita bisa menghayati bagaimana kesungguhan para koliper pada saat itu melayani Tuhan, sehingga Firman Tuhan makin menyebar.

Apa aplikasi yang kita bisa ambil untuk pelayanan koliper?
ada beberapa kesimpulan yang bisa kita ambil diantaranya adalah :

  1. Pemilihan kita sebagai koliper bukanlah suatu kebetulan atau hanya mengisi kekosongan di komisi Koliper/Klip tetapi lebih jauh saudara dipilih dari sebagian besar AKK, didoakan dan dipersiapkan karena memiliki Kriteria seperti yang di atas. serta sebagai koliper diharapkan melayani dengan sungguh-sungguh dan tidak setengah hati hingga melalui pelayanan koliper semakin banyak orang yang mengenal Kristus
  2. Tugas koliper bukan hanya sekedar menyediakan konsumsi, mendata perlengkapan, menyusun buku diperpustakaan dan lain sebagainya. Tetapi koliper/klip hadir dalam rangka mewujudkan Visi mengahasilkan alumni yang takut akan Tuhan
  3. Tugas Koliper harus jelas,; harus ada pendelegasian kerja yang baik diantara anggota tim dan tidak ada egoisme (KMK-Isme)
  4. Koliper harus memiliki komitmen yang kuat dan kesungguhan hati mengerjakan tugasnya. Seperti ke tujuh orang yang dipilih tersebut pasti ada perbedaan karakter satu dengan yang lainnya tetapi mereka bersatu hati.

Thursday, January 4, 2007

VIVA MY SMALL GROUP TEAM ON LAST EARC 2005


Foto ini baru saja dikirimkan oleh teman saya dari China pada tanggal 3 Januari '07 yang lalu, Saya sangat terharu ketika mengingat kembali foto tersebut. Suatu kenangan yang indah ketika saya bisa mengenal mereka yang memiliki latar belakang berbeda tetapi semangat mereka untuk menjadi Kristen sangat besar. Puji Tuhan kalau foto tersebut membuat aku semangat untuk semakin setia ketika pun tantangan hidup semakin besar.
Dari kiri hingga kekanan mereka adalah Xin Tian (S'pore), Pha (Thailand), Sharon (Thaiwan), Kevin Chan (S'pore), Toni (Indonesia), Pheniel (China), BoY/Narong (Thailand), LoNa Lengkong (Indonesia).

Wednesday, December 13, 2006

Studi dan Kompetensi

By. Royles Toni

“memahami ilmu pengetahuan dengan kesungguhan hati akan melahirkan kebijaksanaan dalam diri sendiri”

Pernah mendengar pepatah di atas? Menurut saya hal itu benar adanya dan bisa dikaitkan dengan peran mahasiswa dalam belajar. Menjadi mahasiswa sudah tidak memiliki status yang Ekslusif di masyarakat dibanding beberapa dekade yang lalu, kecuali untuk beberapa Fakultas tertentu. Namun bukan berarti ketika kita menjadi mahasiswa tidak perlu lagi belajar dengan sungguh-sungguh, malah sebaliknya sebagai mahasiswa dituntut untuk belajar semakin ekstra di dalam mempersiapakan dirinya memasuki dunia kerja karena persaingan yang semakin ketat saat ini.

Kata belajar mengandung pengertian suatu proses keingintahuan untuk memahami suatu hal dari yang tidak tahu menjadi tahu dan bisa mengaplikasikan pengetahuannya tersebut di dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita kaitkan dengan mahasiswa pengertian belajar adalah proses memahami dan menguasai ilmu pengetahuan di tingkat universitas untuk dapat kelak mengaplikasikannya setelah alumni di tengah masyarakat dan dunia kerja. Belajar itu sendiri adalah kehendak Allah bagi manusia. Sejak awal penciptaan manusia, Allah menghendaki manusia belajar dengan cara memberikan binatang-binatang ciptaaanNya kepada manusia untuk dinamai (Kej 2: 19).

Untuk bisa belajar dengan baik dan efektif haruslah digerakkan oleh suatu motivasi yang kuat sebagai motor untuk terus belajar yakni untuk “memuliakan nama Tuhan”, karena dengan motivasi tersebut kita akan dengan mudah mengevaluasi sejauh mana proses perjalanan belajar kita. Jadi sangat jelas bahwa belajar bukanlah untuk tujuan mendapatkan posisi yang baik dalam pekerjaan tetapi pisisi yang baik tersebut hanyalah “akibat” atau “hasil” dan bukan tujuan. Sehingga dengan pengertian yang jelas tersebut kita bisa termotivasi untuk belajar dengan benar.

Setelah mengetahui motivasi dan pengertian yang benar tentang belajar, kita juga perlu mengetahui cara belajar yang efektif dan kreatif. Belajar yang baik bukan hanya sekedar tidak memberi contekan atau mencontek. Saya tegaskan kembali bahwa perbuatan mencontek atau memberi contekan adalah dosa. Barangkali semua dari kita sudah pernah mendengar hal tersebut dan dasar Alkitabnya sangat jelas bahwa mencontek adalah perbuatan “penipuan”. Dan bukan faktor penipuannya yang perlu kita bahas tetapi dampak dan pengaruhnya kepada kita. Jangka pendek kemungkinan kita bisa mendapatkan nilai yang baik kalau tidak ketahuan kepada dosen, tetapi jangka panjang akan membentuk kita menjadi orang yang tidak memiliki prinsip hidup dan yang kompromi dengan dosa serta tidak sungguh-sungguh belajar.

Selanjutnya ada beberapa hal yang perlu kita perhatian di dalam belajar baik dirumah maupun di kampus diantaranya adalah :

A. Di kampus

1. Mengikuti Kuliah, untuk bisa mengikuti kuliah dengan baik sudah barang tentau langkah pertamanya adalah dengan hadir tidak terlambat, karena jika kita terlambat sudah barang tentu kita ketinggalan sebahagian informasi yang disampaikan oleh Dosen dan kehilangan konsentrasi untuk melanjutkan mata kuliah tersebut.selanjutnya diruang kuliah carilah temapat yang strategis artinya tempat yang jelas untuk melihat ke depan dan jelas untuk mendengar, dan bukan dipokok dimana sulit untuk melihat dan tidak jelas untuk mendengar.

2. Membuat catatan

Catatan yang benar bukanlah CBSA (Catat buku sampai Abis/Habis)artinya apa yang dibicarakan oleh dosen bukan kita catat dengan sangat lengkap tanpa ketinggalan tanda baca. Tetapi membuat catatan yang benar adalah bagaimana mengetahui inti pokok yang dijelaskan oleh dosen dan kemudian membahasakannya dengan bahasa sendiri ke dalam catatan kita, sehingga ketika kita mengulang kembali kita akan mudah memahami dibanding menggunakan bahasa orang lain. Selanjutnya disarankan untuk menempatkan catatan kita bukan di lembaran-lembaran terpisah (loose Leaf) karena kemungkinan hilang atau tidak tersusun berurutan sangat besar tetapi gunakan buku yang lembaranannya tidak terpisah dan buatlah setiap tanggal dan jam yang jelas sebelum melakukan pencatatan serta menggunakan judul yang baik dan jelas.

3. Mengajukan Pertanyaan

Bertanya terkadang suatu hal yang sangat istimewa bagi mahasiswa. Kenapa saya sebutkan demikian? Karena kecendrungan mahasiswa kita sangat malas untuk bertanya dan kemungkinan bertanya hanya karena digerakkan oleh beberapa hal yakni : takut ditanya balik sama dosen atau lagi menarik perhatian si do’i. Nah mari ubah paradigma kita dalam bertanya karena dengan bertanya biasanya kita lebih mengusai mata kuliah tersebut. Tetapi satu hal yang tidak kalah pentingnya dengan yang sudah saya sebutkan adalah kita perlu mengubah paradigma berfikir dosen, karena masih ada dosen yang kalau mahasiswanya bertanya seolah-olah ia merasa diuji (dicoba)

4. mengikuti Ujian

Di dalam mengikuti ujian perlu memperhatikan tempat. Saya bukan ingin mengatakan bahwa “Tempat mempengaruhi IPK” karena kalau dengan pengertian ini tempat yang kita cari adalah tempat di mana kita bisa mencontek dan memberi contekan serta bebas bertanya tanpa ketahuan dosen penguji. Tetapi tempat yang saya maksud adalah di depan dimana orang lain tidak memiliki kesempatan untuk bertanya kepada kita dan kita pun tidak memiliki peluang untuk mencontek. Menantang bukan..??!

B. Belajar Dirumah

Belajar dirumah meliputi :

1. Cara membaca

Tujuan kita membaca adalah untuk mendapatkan informasi (menyerap informasi) dari suatu sumber biasanya buku. Ada beberapa tipe membaca dan dapat disesuaikan dengan informasi yang ingin kita dapatkan yakni :

a. membaca terarah artinya menyerap informasi secara keseluruhan dalam waktu singkat misalnya membaca inti sari yang ada dihalaman belakang atau pendahuluan.

b. Membaca sepintas artinya membaca untuk mengetahui pikiran pokok setiap Bab dalam sebuah buku dan biasanya di awal/ aline pertama setiap buku

c. Membaca mencari artinya membaca untuk mengetahui (mencari kata-kata , nama-nama atau angka tertentu misalnya kamus.

d. Membaca belajar artinya membaca untuk mengetahui dan mengingat halphal penting dan detail dari sebuah buku misalnya dalam membaca buku wajib yang terakhir adalah

e. Membaca kritis artinya tidak hanya mencoba untuk mengerti dan mengingat isi sebuah buku tetapi lebih jauh dari itu, kita bisa menilai dengan kritis suatu kualitas buku bacaan

Dengan mengetahui kelima hal membaca diatas kita bisa menyesuaikan kebutuhan informasi yang ingin kita dapatkan

2. Membuat Tugas

Kecendrungan kita mengerjakan tugas adalah ketika sudah mendekati hari H pengumpulan tugas tersebut sehingga terkadang tugas yang kita kerjakan kurang maksimal. Juga banyak di antara mahasiswa yang mengharapkan orang lain yang mengerjakan bagi dia. Saya ingatkan kembali belajar instan hanya akan menghasilkan sedikit hasil. Sehingga dari jauh-jauh hari mari mengerjakan tugas-tugas kita supaya kita memiliki waktu yang banyak untuk mengkoreksi apakah masih ada kesalahan.

Pemamparan cara belajar yang di atas tidaklah akan berhasil jika kita tidak memiliki kesungguhan (hasrat) dan kedispilinan serta ketekunan yang kuat untuk berhasil. Ada hal penting lainnya yang berkaitan dengan proses belajar ini yakni memiliki daya saing (kompetensi). Seseorang yang sudah belajar diharapkan memiliki daya saing (kompetensi) sehingga setelah tamat diharapkan mampu mengaplikasikan skill dan teknologi yang dimilikinya di pasar kerja. Contoh kongkrit di dalam Alkitab yang bisa kita tiru adalah Daniel dkk (Daniel 1). Bagaimana sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Babel, ia memiliki skill yang menjadi keunggulannya di antaranya adalah :

· Sebagai orang muda yang tidak ada suatu cela (ay. 4)

· Berperawakan baik (Ay. 4)

· Memahami berbagai-bagai hikmat (Ay. 4)

· Berpengetahuan banyak (Ay. 4)

· Mempunyai pengertian tentang ilmu (ay. 4)

· Cakap untuk bekerja (ay. 4)

· Tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja (ay. 8)

· Bijaksanan dan Pengertian (Penjelasan) (ay.20)

· memiliki kecerdasan 10 kali dari semua orang berilmu dan ahli jampi (ay.20)

· Memiliki Hubungan persekutuan yang Erat dengan Allah (Dan. 2: 20-23)

Untuk mengasah dan mengembangkan skill tersebut ada wadah-wadah yang bisa kita masuki, seperti mengikuti kursus-kursus tambahan, latihan-latihan kerja dan melalui organisasi-organisasi kemahasiswaan. Barangkali mahasiswa sudah tidak alergi lagi jika dibukakan tentang organisasi kemahasiswaan seperti : Pomkris, BEM, BLM maupun KMK dll. Di dalam organisasi kita bisa menerapkan dan belajar bagaimana mengembangkan skill (kompetensi) yang kita miliki sebelum terjun ke dunia kerja. Seperti : kepemimpinan, managemen, musik dls. Dan organisasi adalah wadah melatih karakter dan kematangan kita dalam berfikir.

Sekian pemaparan saya tentang studi dan kompetensi ini semoga semakin ada anak-anak Tuhan yang sungguh-sungguh untuk belajar berusaha memahami ilmu pengetahuan dengan kesungguhan hati yang pada akhirnya akan melahirkan kebijaksanaan dalam diri sendiri.dan bisa menjadi garam dan terang ditengah-tengah dunia ini.

Thursday, November 30, 2006

PERAN KOMINKOM DALAM ORGANISASI KRISTEN

Oleh Royles Toni

Pendahuluan

Komisi Informasi dan Komunikasi (Kominkom) biasa juga disebut sebagai Public Relation (PR) atau Hubungan Masyarakat (Humas). Di dalam Alkitab sendiri banyak diceritakan bahwa para Nabi, Rasul, bahkan Yesus berperan sebagai Kominkom untuk menyebarluaskan Firman Tuhan dan Kominkom diibaratkan sebuah pipa yang menyalurkan air dari suatu tempat ke tempat lainnya, fungsi sebagai lampu pada sebuah organisasi atau sebagai garda paling depan suatu organisasi bahkan Reputasi/Citra sebuah organisasi (Image Building) ditentukan oleh Kominkom

Apa Itu Kominkom

Kominkom adalah sebuah komisi dalam organisasi yang sangat strategis dalam menjembatani hubungan antar pengurus dengan anggota, gereja, kampus serta elemen-elemen kelembagaan masyarakat lainnya dan Kominkom adalah pusat seluruh informasi penting dalam organisasi (mis. Program Kerja, sejarah, data base dll) dan informasi penting dari anggota untuk organisasi tersebut bertemu.

Tugas Seorang Kominkom

Tugas yang dikerjakan Kominkom diantaranya :

  1. Sebagai pembangun dan pemelihara hubungan yang positif dengan Anggota. Reputasi dan eksistensi dari sebuah organisasi dapat tergantung dari keberhasilan Kominkom membina hubungan yang baik dengan Anggota dan mendukung program kerja dari organisasi tersebut.
  2. Sebagai Pusat Informasi (mencari data dan Informasi). Kominkom merupakan komisi yang menjadi pusat data bahkan informasi dari sebuah organisasi. Sehingga ketika dibutuhkan data tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan organisasi (misalnya : data base mahasiswa, Nama-nama pengurus, AKK, atau jumlah perlengkapan, dll) tersedia di dalam File Kominkom bahkan kominkom sendiri haruslah memahami dengan baik setiap kebijakan dan program kerja dari organisasi
  3. Publikasi dan dokumentasi setiap Kegiatan. Penyampaian informasi seperti : sosialisasi program kerja, kebijakan, peraturan-peraturan, prestasi dan hal-hal penting lainnya kepada Anggota di lakukan oleh Kominkom, baik melalui Undangan, Website (E-Public Relation), Miling-List, warta, bulletin, Brosur, Iklan, Jurnal dll serta mendokumentasikan setiap kegiatan organisasi.
  4. Mengcounter Berita-berita Negatif. Peran kominkom adalah sarana pembelaan diri terhadap pendapat negatif takkala menerima penyerangan yang tidak wajar dari pihak luar sementara organisasi tidak melakukan kesalahan Contohnya : banyaknya anggota yang tidak setuju kalau pengurus adalah AKK

Syarat Seorang Kominkom

  1. Lahir baru dan berkepribadian jujur (Personality integrity) Cth. Paulus, Timoteus, Lukas Tikhikus (Kol 4:7), Tertilius (Roma 16:22). Kominkom harus memiliki kepribadian yang utuh dan professional karena ia harus menjadi sumber berita atau informasi yang layak dipercaya
  2. Kemampuan berkomunikasi (ability to Communicate). Seorang Kominkom dituntut untuk memiliki kemampuan komunikasi lisan dan tulisan seperti pidato, presentasi, wawancara, narasumber forum seminar, dll
  3. Kemampuan Managerial (ability to Organize). Kemampuan managerial diperlukan dalam mengelola kegiatan Kominkom seperti publikasi serta kegiatan-kegiatan kominkom yang memerlukan keterampilan managemen lainnya
  4. Kemampuan membina Relasi (ability to get on with people). Seorang Kominkom harus memiliki akses ke berbagai anggota, (mudah bergaul) sehingga berbagai kegitan yang memerlukan relasi tertentu akan mudah menghubunginya (personal approach)
  5. Banyak ide dan Kreatif (Imagination). Seorang kominkom harus memiliki banyak ide dan kreatif terutama menghadapi berbagai permasalahan yang harus segera dicari pemecahannya. Misalnya : ada yang ingin membentuk KMK- baru disini kominkom bersama dengan pengurus lainnya harus dengan cepat mencari penyelesaian untuk melakukan pemulihan citra akibat krisis tadi.

Penutup

Pelayanan sebagai Kominkom memiliki peran yang strategis dalam menyampaikan Injil kepada orang lain dan pelayanan Kominkom juga memiliki fungsi yang vital dalam sebuah organisasi sehingga harus dikelola dengan sebaik-baiknya agar orang lain semakin dibawa untuk mengenal Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatnya.

Friday, November 24, 2006

Bagaimana Mengembangkan Talentaku ?!!

By. Royles Toni

Seandainya kepada Kita ditanyakan : “apa talenta yang saudara miliki ?” barangkali sebahagian akan menjawab bermacam-macam kemampuan yang ia miliki. Namun Sebahagian lagi akan menjawab ragu-ragu bahkan ada yang tidak mengetahui apa talenta yang ia miliki. permasalahannya bukan hanya sekedar pengetahuan akan apa talenta yang kita miliki, tetapi sudah sejauh mana kita mengembangkan talenta yang kita miliki sesuai dengan rencana Allah bagi hidup kita.

***

Di dalam Alkitab sangat sedikit ayat yang berbicara tentang talenta namun ada beberapa makna yang bisa disimpulkan dari makna talenta tersebut. Pertama talenta merupakan ukuran timbangan sebesar 3000 Syikal atau kurang lebih 34 kilogram, suatu ukuran yang sangat besar (lihat 1 Raj. 9:14). Misalkan seseorang memiliki satu talenta emas saja, maka saudara bisa membayangkan berapa kilogram yang ia miliki. Makna kedua talenta merupakan Jumlah nilai mata uang yang sangat besar yaitu 6000 dinar. Jika satu dinar sama dengan Rp. 799.464 maka satu talenta setara dengan Rp 4.796.784.000 suatu nilai yang fantastis bukan?. Sedangkan makna yang ketiga adalah perluasan makna dari sebelumnya dimana talenta merupakan kemampuan, kecerdasan, kesungguhan melayani Dia dan bisa juga merupakan karunia keuangan sehingga bisa membantu orang lain yang berkekurangan dan talenta berbeda dengan Karunia.

Jika kita kembali kepada perumpamaan Tuhan Yesus di Matius 25 : 14-30, hal yang ingin dibukakan oleh Tuhan Yesus : talenta adalah sesuatu yang sangat berharga, ketiga hamba di dalam perumpamaan Tuhan Yesus menggambarkan seluruh karakter orang-orang dalam mengembangkan talenta yang diberikan Tuhan padanya, dimana setiap orang diberikan talenta yang berbeda-beda menurut kesanggupan masing-masing dan setiap orang pula diberikan kesempatan untuk mengembangkan talenta tersebut. Jadi tidak benar kalau ada yang mengatakan bahwa ia tidak memiliki Talenta. Tetapi terkadang kita tidak sadar akan talenta yang kita miliki dan tidak peka di dalam mengembangkan talenta tersebut. Kita bisa merasakan bagaimana respon orang pertama dan kedua yang mendapatkan masing-masing lima talenta dan dua talenta tersebut. Mereka bersukacita dan dengan segera melipatgandakan talentanya hingga menghasilkan laba 5 talenta dan 2 talenta lagi. Tetapi orang yang ketiga adalah tipe orang pemalas, Jahat dan penakut (ayat 25, 26) yang tidak mau mengembangkan talentanya. Barangkali karena ketakutannya inilah sehingga ia membayangkan bagaimana kelemahan yang ada pada dirinya dan bagaimana respon Tuannya jika ia gagal dalam mengembangkan talenta tersebut.

Ada beberapa cara untuk mengembangkan talenta yang kita miliki yakni :

  1. Mengenal Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi.

Mengenal Tuhan Yesus secara pribadi membuat kita mengetahui bahwa rencana Allah bagi kita adalah rencana damai sejahtera dan bukan kecelakaan dan apa yang Allah kehendaki bagi hidup kita. Lihat respon orang ketiga yang tidak mengenal dengan benar Tuannya tidak akan bisa mengembangkan talentanya dengan sungguh-sungguh.

  1. Berdoa Kepada Tuhan supaya membukakan talenta-talenta apa yang masih tersembunyi bagi kita.
  2. Tanyakan kepada orang-orang yang mengenal saudara dengan baik akan apa talenta yang kita miliki. Orang terdekat yang memiliki kerohanian yang baik biasanya lebih peka melihat talenta apa yang ada pada kita.
  3. Lihat Hobi dan kesukaan kita sehari-hari. Karena melalui hobi kita lebih mengetahui apa kemampuan yang kita miliki.
  4. Segera menjalankan dan bukan menyimpannya. Lihat respon orang yang pertama dan kedua bagaimana mereka segera melipatgandakan talenta yang diberikan Tuannya itu. Pengertian berlipat ganda yaitu jika Tuhan memberikan lima talenta kepada kita dan kemudian menghasilkan 10 talenta.

Selanjutnya talenta yang dimiliki bias berupa kecerdasan ada beberapa jenis kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yaitu :

1. Kecerdasan Ruang dan Visual/ Pandangan

Mereka yang memiliki kecerdasan ini akan cendrung mengutak-atik dan membuat grafik, peta, ilustrasi dan menata sesuatu berdasarkan indera pengelihatan. Mereka akan belajar dengan baik bila menggunakan peta atau gambaran mengenai apa yang dibicarakan. Seorang arsitek, pelukis dan pemahat memerlukan kecerdasan seperti ini. Pelukis Indonesia Basuki Abdullah, dan Van Gogh memiliki kecerdasan ini secara menonjol.

2. Kecerdasan Lisan dan Bahasa

Mereka yang memiliki kecerdasan ini terlihat dari kemampuan yang menonjol dalam menulis, membaca, menyimak dan berbicara. Para penulis dan seniman Tulis contoh mereka yang memiliki kecerdasan ini secara istimewa Chairil Anwar, Shakespeare adalah contohnya

3. Kecerdasan Matematis dan Logis

Orang yang memiliki kecerdasan jenis ini memiliki kehandalan dalam berurusan dengan angka, nalar dan penyelesaian masalah, Johannes Surya, Albert Einstein adalah contoh seseorang yang memiliki kecerdasan ini secara Luar biasa

4. Kecerdasan Fisik dan Gerak

Mereka yang memiliki kecerdasan ini cendrung belajar dengan menggunakan aktifitas seperti : permainan, gerakan, coba-coba dan membangun sesuatu Contohnya : Olahragawan

5. Kecerdasan Musik dan Ritme.

Mereka yang memiliki kecerdasan ini cepat belajar melalui lagu, pola, ritme, instrumen musik dan ekspresi nada. Para seniman, pemain musik dan pencipta lagu seperti Ariel Peterpan, Samson adalah contohnya

6. Kecerdasan Dalam Pribadi

Pemilik kecerdasan ini adalah mereka yang peka pada perasaan pribadinya. Semua yang dia pelajari selalu dikaitkan dengan dirinya dan bisa menjadikan dirinya sebagai lab. Ahli psikologi seperti Freud adalah Contohnya

7. Kecerdasan Interpersonal

Orang yang memiliki kecerdasan ini sangat memperhatikan dan sangat terbuka pada orang. Dan biasanya Gampang membuat percakapan dan bersahabat. (handal Mengelola hubungan antar manusia) contohnya : duta besar, negosiator

8. Kecerdasan Alam

Mereka yang memiliki kecerdasan ini mencintai kehidupan alam bebas, binatang dan petualangan alam. Mereka belajar dengan memperhatikan hal-hal berbeda yang kecil. Mereka tertarik pada Ilmu Biologi, senang menikmati alam sebagai penjelajah atau pendaki Gunung. Contohnya: Dokter

9. Kecerdasan Eksistensialis

Pemilik kecerdasan ini cendrung memandang masalah sudut yang luas dan menyeluruh serta kerap kali mempertanyakan “untuk apa”. Orang seperti ini bisa menjadi filsuf.

Di dalam perumpamaan Tuhan Yesus tersebut bukan hendak mengatakan bahwa yang mendapat lebih banyak talenta akan cendrung lebih bersungguh-sungguh hidupnya. Perhatikan respon sang Tuan terhadap orang pertama dan kedua, sang Tuan memberikan respon yang sama kepada keduanya karena sama-sama mengembangkan talenta yang diberikan dengan maksimal, dan tuannya juga menambahkan talenta kepada orang yang memiliki talenta yang sepuluh. Tetapi perhatikan kembali respon sang Tuan kepada orang yang ketiga, betapa marahnya Ia ketika mengetahui ia tidak mengembangkan talenta yang dimilikinya dan akibatnya adalah dihukum oleh Tuhan dan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap (ay. 30). Tuhan Yesus tidak mengajarkan melalui perumpamaan talenta ini bahwa kita masuk kerajaan sorga dengan usaha moral-spritual, tetapi perumpamaan ini lebih mengajarkan kepada kesiagaan dan kesungguhan di dalam mengelola talenta yang Ia berikan kepada kita. Sehingga Anugerah Tuhan itu semakin membangkitkan kita untuk memuliakan DIA.

I' ll Be the Best In My Study

Allah menciptakan alam semesta dan manusia sebagai makhluk yang istimewa, yang dipercayakan untuk mengelola dan memelihara alam ciptaan Nya ini (Kej. 1: 28). Belajar (study) dan miliki Kompetensi adalah salah satu aspek penting di dalam hidup manusia. Dengan belajar manusia bisa memahami, berpengetahuan dan mempunyai pengertian dalam banyak hal. Serta belajar dan memiliki kompetensi adalah cara manusia untuk melaksanakan tanggung jawab dalam mengelola dan memelihara alam tersebut.

Mengapa Belajar itu Penting ?

  1. Panggilan orang-orang percaya, yaitu menjadi garam dan terang (Matius 5:13-16) artinya belajar adalah mengerjakan apa yang Allah kehendaki.
  2. Untuk mengetahui kekayaan dan kegunaan alam yang luar biasa
  3. Memaksimalkan akal dan pikiran yang dianugerahkan oleh Tuhan
  4. Tuntutan jaman yang semakin canggih

Spritual question (SQ)

Emotional Question (EQ)

Intelegence question (IQ)

Tipe orang dalam Belajar.

Ada 3 tipe orang dalam belajar yakni :

  1. Visual yakni belajar dari melihat sesuatu (misalnya kita melihat gambar atau diagram, suka melihat pertunjukan, peragaan atau menyaksikan video)
  2. Auditori yakni belajar melalui mendengar sesuatu, misalnya kita suka mendengar kaset audio, ceramah, kuliah, diskusi, Debat dan instruksi verbal (perintah)
  3. Kinestetik yakni belajar melalui aktivitas Fisik dan keterlibatan langsung (Misalnya kita suka memperagakan, bergerak, menyentuh, merasakan/mengalami sendiri

Bagaimana Mengerjakan Study (Belajar) yang baik

Menjadi yang terbaik di dalam mengerjakan studi haruslah didukung oleh banyak faktor diantaranya:

  1. Cara mengikuti Perkuliahan
    • Datang tepat waktu dan posisi duduk ditempat yang terbaik di ruangan
    • Membuat catatan yang baik (mis. Tidak mencatat pada lembaran-lembaran yang terpisah)
    • Mengajukan pertanyaan yang tepat (Ubah tradisi lama tentang bertanya)
  2. Membaca

Orang tidak akan bisa belajar tanpa membaca, tetapi belajar bukan sekedar membaca saja, tetapi bagaimana membaca yang terarah dan sistematis dan mudah diingat)

  1. Memanfaatkan Perpustakaan, Laboratorium dan fasilitas kampus lain yang mendukung belajar
  2. Belajar Di Rumah (memperhatikan pencahayaan, lokasi mis. Memilih tempat kost, kebersihan, dll)
  3. Belajar berkelompok
  4. Persiapan waktu ujian
    • secepat mungkin mengetahui syarat-syarat ujian supaya bisa membagi-bagi waktu
    • Belajar tidak pada waktu akan ujian tetapi jauh sebelumnya yakni pada awal permulaan kuliah (SKS)
    • Tidak memberi contekan dan mencontek
  5. Menulis Skripsi (mis. Tidak menggunakan data Fiktif

Kompetensi

Kompetensi adalah daya saing yang dimiliki oleh seseorang. Mari Belajar dari Daniel (Daniel 1) tentang kompetensi yang dimilikinya, diantaranya adalah :

  1. Sebagai orang muda yang tidak ada suatu cela (ay. 4)
  2. Berperawakan baik (Ay. 4)
  3. Memahami berbagai-bagai hikmat (Ay. 4)
  4. Berpengetahuan banyak (Ay. 4)
  5. Mempunyai pengertian tentang ilmu (ay. 4)
  6. Cakap untuk bekerja (ay. 4)
  7. Tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja (ay. 8)
  8. Bijaksanan dan Pengertian (Penjelasan) (ay.20)
  9. memiliki kecerdasan 10 kali dari semua orang berilmu dan ahli jampi (ay.20)
  10. Memiliki Hubungan persekutuan yang Erat dengan Allah (Dan. 2: 20-23)

Selanjutnya, di dunia kerja ada beberapa keterampilan yang paling dibutuhkan diantaranya :

  1. Keterampilan bahasa asing (Inggris, Jepang, China, Jerman, Perancis )
  2. Keterampilan Teknis (misalnya Mesin, Instalasi listrik, Insiyur dan telekomunikasi)
  3. Keterampilan di dalam pengelolaan sumber daya manusia Mis. Sebagai HRD dari lulusan management
  4. Keterampilan di dalam pemograman komputer (HTML, Visual basic, Sql, Dll)
  5. Keterampilan mengajar
  6. keterampilan mangement keuangan (perencanaan keuangan yang sistematis) mis. Lulusan akutansi
  7. Keterampilan ilmu Matematika, Fisika dan Kimia (MAFIA)
  8. keterampilan memecahkan masalah (problem solver) misalnya dalam hal membuat keputusan-keputusan yang efektif. Contohnya di bidang Administrasi , Konsultan, Management administrasi negara.

Gambaran Studi/Prestasi mahasiswa

Berdasarkan Program Pangan PBB (UNDP) tahun 2000 dari 174 Negara kualitas SDM :

Singapura urutan 24

Malaysia urutan 61

Thailand urutan 76

Filipina urutan 77

Vietnam urutan 108

Indonesia urutan 109

Kondisi Pendidikan di Indonesia

Asia Week juni 2000 dari 77 Perguruan tinggi terbaik di Asia, Australia dan selandia baru :

UI urutan 61

UGM urutan 68

UNDIP urutan 73

UNAIR urutan 75

UNRI urutan ???

Bidang sains & teknologi dari 37 PT, Asia, Australia & Selandia baru :

ITB Urutan ke 21

Penutup.

Sebagai mahasiswa Kristen diharapkan tidak hanya sebagai menjadi mahasiswa yang pasif namun bisa menjadi Berkat di tengah-tengah bangsa dan negara dengan cara belajar dan memiliki kompetensi yang baik supaya fungsi garam dan terang bisa dirasakan oleh orang lain dan mengenal siapa Allah yang kita sembah dan muliakan Amin. (Disampaikan pada Kebaktian Mahasiswa KMK-Ekonomi))