koleksi foto2 ku

Wednesday, December 13, 2006

Studi dan Kompetensi

By. Royles Toni

“memahami ilmu pengetahuan dengan kesungguhan hati akan melahirkan kebijaksanaan dalam diri sendiri”

Pernah mendengar pepatah di atas? Menurut saya hal itu benar adanya dan bisa dikaitkan dengan peran mahasiswa dalam belajar. Menjadi mahasiswa sudah tidak memiliki status yang Ekslusif di masyarakat dibanding beberapa dekade yang lalu, kecuali untuk beberapa Fakultas tertentu. Namun bukan berarti ketika kita menjadi mahasiswa tidak perlu lagi belajar dengan sungguh-sungguh, malah sebaliknya sebagai mahasiswa dituntut untuk belajar semakin ekstra di dalam mempersiapakan dirinya memasuki dunia kerja karena persaingan yang semakin ketat saat ini.

Kata belajar mengandung pengertian suatu proses keingintahuan untuk memahami suatu hal dari yang tidak tahu menjadi tahu dan bisa mengaplikasikan pengetahuannya tersebut di dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita kaitkan dengan mahasiswa pengertian belajar adalah proses memahami dan menguasai ilmu pengetahuan di tingkat universitas untuk dapat kelak mengaplikasikannya setelah alumni di tengah masyarakat dan dunia kerja. Belajar itu sendiri adalah kehendak Allah bagi manusia. Sejak awal penciptaan manusia, Allah menghendaki manusia belajar dengan cara memberikan binatang-binatang ciptaaanNya kepada manusia untuk dinamai (Kej 2: 19).

Untuk bisa belajar dengan baik dan efektif haruslah digerakkan oleh suatu motivasi yang kuat sebagai motor untuk terus belajar yakni untuk “memuliakan nama Tuhan”, karena dengan motivasi tersebut kita akan dengan mudah mengevaluasi sejauh mana proses perjalanan belajar kita. Jadi sangat jelas bahwa belajar bukanlah untuk tujuan mendapatkan posisi yang baik dalam pekerjaan tetapi pisisi yang baik tersebut hanyalah “akibat” atau “hasil” dan bukan tujuan. Sehingga dengan pengertian yang jelas tersebut kita bisa termotivasi untuk belajar dengan benar.

Setelah mengetahui motivasi dan pengertian yang benar tentang belajar, kita juga perlu mengetahui cara belajar yang efektif dan kreatif. Belajar yang baik bukan hanya sekedar tidak memberi contekan atau mencontek. Saya tegaskan kembali bahwa perbuatan mencontek atau memberi contekan adalah dosa. Barangkali semua dari kita sudah pernah mendengar hal tersebut dan dasar Alkitabnya sangat jelas bahwa mencontek adalah perbuatan “penipuan”. Dan bukan faktor penipuannya yang perlu kita bahas tetapi dampak dan pengaruhnya kepada kita. Jangka pendek kemungkinan kita bisa mendapatkan nilai yang baik kalau tidak ketahuan kepada dosen, tetapi jangka panjang akan membentuk kita menjadi orang yang tidak memiliki prinsip hidup dan yang kompromi dengan dosa serta tidak sungguh-sungguh belajar.

Selanjutnya ada beberapa hal yang perlu kita perhatian di dalam belajar baik dirumah maupun di kampus diantaranya adalah :

A. Di kampus

1. Mengikuti Kuliah, untuk bisa mengikuti kuliah dengan baik sudah barang tentau langkah pertamanya adalah dengan hadir tidak terlambat, karena jika kita terlambat sudah barang tentu kita ketinggalan sebahagian informasi yang disampaikan oleh Dosen dan kehilangan konsentrasi untuk melanjutkan mata kuliah tersebut.selanjutnya diruang kuliah carilah temapat yang strategis artinya tempat yang jelas untuk melihat ke depan dan jelas untuk mendengar, dan bukan dipokok dimana sulit untuk melihat dan tidak jelas untuk mendengar.

2. Membuat catatan

Catatan yang benar bukanlah CBSA (Catat buku sampai Abis/Habis)artinya apa yang dibicarakan oleh dosen bukan kita catat dengan sangat lengkap tanpa ketinggalan tanda baca. Tetapi membuat catatan yang benar adalah bagaimana mengetahui inti pokok yang dijelaskan oleh dosen dan kemudian membahasakannya dengan bahasa sendiri ke dalam catatan kita, sehingga ketika kita mengulang kembali kita akan mudah memahami dibanding menggunakan bahasa orang lain. Selanjutnya disarankan untuk menempatkan catatan kita bukan di lembaran-lembaran terpisah (loose Leaf) karena kemungkinan hilang atau tidak tersusun berurutan sangat besar tetapi gunakan buku yang lembaranannya tidak terpisah dan buatlah setiap tanggal dan jam yang jelas sebelum melakukan pencatatan serta menggunakan judul yang baik dan jelas.

3. Mengajukan Pertanyaan

Bertanya terkadang suatu hal yang sangat istimewa bagi mahasiswa. Kenapa saya sebutkan demikian? Karena kecendrungan mahasiswa kita sangat malas untuk bertanya dan kemungkinan bertanya hanya karena digerakkan oleh beberapa hal yakni : takut ditanya balik sama dosen atau lagi menarik perhatian si do’i. Nah mari ubah paradigma kita dalam bertanya karena dengan bertanya biasanya kita lebih mengusai mata kuliah tersebut. Tetapi satu hal yang tidak kalah pentingnya dengan yang sudah saya sebutkan adalah kita perlu mengubah paradigma berfikir dosen, karena masih ada dosen yang kalau mahasiswanya bertanya seolah-olah ia merasa diuji (dicoba)

4. mengikuti Ujian

Di dalam mengikuti ujian perlu memperhatikan tempat. Saya bukan ingin mengatakan bahwa “Tempat mempengaruhi IPK” karena kalau dengan pengertian ini tempat yang kita cari adalah tempat di mana kita bisa mencontek dan memberi contekan serta bebas bertanya tanpa ketahuan dosen penguji. Tetapi tempat yang saya maksud adalah di depan dimana orang lain tidak memiliki kesempatan untuk bertanya kepada kita dan kita pun tidak memiliki peluang untuk mencontek. Menantang bukan..??!

B. Belajar Dirumah

Belajar dirumah meliputi :

1. Cara membaca

Tujuan kita membaca adalah untuk mendapatkan informasi (menyerap informasi) dari suatu sumber biasanya buku. Ada beberapa tipe membaca dan dapat disesuaikan dengan informasi yang ingin kita dapatkan yakni :

a. membaca terarah artinya menyerap informasi secara keseluruhan dalam waktu singkat misalnya membaca inti sari yang ada dihalaman belakang atau pendahuluan.

b. Membaca sepintas artinya membaca untuk mengetahui pikiran pokok setiap Bab dalam sebuah buku dan biasanya di awal/ aline pertama setiap buku

c. Membaca mencari artinya membaca untuk mengetahui (mencari kata-kata , nama-nama atau angka tertentu misalnya kamus.

d. Membaca belajar artinya membaca untuk mengetahui dan mengingat halphal penting dan detail dari sebuah buku misalnya dalam membaca buku wajib yang terakhir adalah

e. Membaca kritis artinya tidak hanya mencoba untuk mengerti dan mengingat isi sebuah buku tetapi lebih jauh dari itu, kita bisa menilai dengan kritis suatu kualitas buku bacaan

Dengan mengetahui kelima hal membaca diatas kita bisa menyesuaikan kebutuhan informasi yang ingin kita dapatkan

2. Membuat Tugas

Kecendrungan kita mengerjakan tugas adalah ketika sudah mendekati hari H pengumpulan tugas tersebut sehingga terkadang tugas yang kita kerjakan kurang maksimal. Juga banyak di antara mahasiswa yang mengharapkan orang lain yang mengerjakan bagi dia. Saya ingatkan kembali belajar instan hanya akan menghasilkan sedikit hasil. Sehingga dari jauh-jauh hari mari mengerjakan tugas-tugas kita supaya kita memiliki waktu yang banyak untuk mengkoreksi apakah masih ada kesalahan.

Pemamparan cara belajar yang di atas tidaklah akan berhasil jika kita tidak memiliki kesungguhan (hasrat) dan kedispilinan serta ketekunan yang kuat untuk berhasil. Ada hal penting lainnya yang berkaitan dengan proses belajar ini yakni memiliki daya saing (kompetensi). Seseorang yang sudah belajar diharapkan memiliki daya saing (kompetensi) sehingga setelah tamat diharapkan mampu mengaplikasikan skill dan teknologi yang dimilikinya di pasar kerja. Contoh kongkrit di dalam Alkitab yang bisa kita tiru adalah Daniel dkk (Daniel 1). Bagaimana sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Babel, ia memiliki skill yang menjadi keunggulannya di antaranya adalah :

· Sebagai orang muda yang tidak ada suatu cela (ay. 4)

· Berperawakan baik (Ay. 4)

· Memahami berbagai-bagai hikmat (Ay. 4)

· Berpengetahuan banyak (Ay. 4)

· Mempunyai pengertian tentang ilmu (ay. 4)

· Cakap untuk bekerja (ay. 4)

· Tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja (ay. 8)

· Bijaksanan dan Pengertian (Penjelasan) (ay.20)

· memiliki kecerdasan 10 kali dari semua orang berilmu dan ahli jampi (ay.20)

· Memiliki Hubungan persekutuan yang Erat dengan Allah (Dan. 2: 20-23)

Untuk mengasah dan mengembangkan skill tersebut ada wadah-wadah yang bisa kita masuki, seperti mengikuti kursus-kursus tambahan, latihan-latihan kerja dan melalui organisasi-organisasi kemahasiswaan. Barangkali mahasiswa sudah tidak alergi lagi jika dibukakan tentang organisasi kemahasiswaan seperti : Pomkris, BEM, BLM maupun KMK dll. Di dalam organisasi kita bisa menerapkan dan belajar bagaimana mengembangkan skill (kompetensi) yang kita miliki sebelum terjun ke dunia kerja. Seperti : kepemimpinan, managemen, musik dls. Dan organisasi adalah wadah melatih karakter dan kematangan kita dalam berfikir.

Sekian pemaparan saya tentang studi dan kompetensi ini semoga semakin ada anak-anak Tuhan yang sungguh-sungguh untuk belajar berusaha memahami ilmu pengetahuan dengan kesungguhan hati yang pada akhirnya akan melahirkan kebijaksanaan dalam diri sendiri.dan bisa menjadi garam dan terang ditengah-tengah dunia ini.

1 comment:

royles toni said...

silahkan tulisakan komentar saudara/i tentang tulisan ini yah..